Thursday, March 20, 2008

Moving!!!

Folks,

We are moving to a bigger place! Yippee! Change the bookmark!
Feel free to read the latest updates from The Cure For Tomorrow by surfing to our official website:


and make sure that we're on your friendlist on:
MySpace
Friendster

Thank you fellas!




Regards,
The Cure For Tomorrow

Sunday, March 16, 2008


PHOTOGRAPHY FOR EARTH 2008

Pembagian Bibit, Pameran Foto, Diskusi Fotografi,
Kampanye, dan Lomba Foto


Syarat dan Ketentuan Lomba Foto :
-Orisinil; belum pernah dipublikasikan dan atau diikutsertakan dalam lomba photo lainnya
-Tema photo “Global Warming”
-Tidak ada batasan retouch
-Biaya pendaftaran Rp 30.000/peserta; maksimal 3 photo
-Photo diserahkan dalam bentuk CD dan Hardcopy ukuran 10R; paling lambat 8 April 2008
-Photo yang diserahkan menjadi hak milik panitia
-20 besar photo yang lolos akan diikutsertakan dalam pameran PFE beserta photo dari LIFO dan photographer profesional ( Arbain Rambey, Darwis Triadi*, Pinky Mirror*,Riza Marlon*, Tantyo Bangun National Geographic, Ferry Indrawang, dll)
-Rangkaian acara berupa kampanye LSM lingkungan hidup, talkshow photography, serta lomba, dan pameran photography yang diselenggarakan pada 25 April 2008 di Cilandak Town Square (Citos)
-Hadiah Utama Uang senilai 3 juta rupiah


Pendaftaran dan Keterangan :
Ira (08569999476)
Sella (081932615188)
LIFO FEUI Gd. Student Center Lt.2, Fakultas Ekonomi UI Depok


LET THE WORLD KNOW THAT PHOTOS CAN SPEAK!

PHOTOGRAPHERS CARE GLOBAL WARMING
SHOW YOUR CARING AND BE ONE OF US

Tuesday, February 05, 2008

Next Meeting!

Hari, Tanggal: Sabtu, 9 Februari 2008
Tempat: Oh La La Bistro, Bintaro Jaya Sektor VII
Pukul: 14.30 WIB

Hubungi Abazh (08161636274) untuk konfirmasi kedatangan.


Keep supporting TCFT! Thanks : )

Sunday, January 20, 2008

Upcoming Meeting

Rapat berikutnya!
02 February 2008; 10 AM
@ D'crepes, Cilandak Town Square
Yang telat beneran denda loh... :)

Tuesday, January 08, 2008

TCFT's Upcoming Merch!

Don't you want to have these cool tees? Contact us @ thecurefortomorrow@yahoo.co.id with the subject "TCFTEES" :) Pick the one which describes you most! Or do you want to buy more than one? :D Hey, the price is upon request, the more you order, the tees will be MUCH cheaper! I'll post the price ASAP!


Green: I want to save the world. Do you?
Yellow: I unplug my charger. Do you?
Red: I take the bus everyday. Do you?
Blue: I care. Do you?
Pink: I love to help people. Do you?
Grey: I use recycled paper. Do you?






Larger image: http://fc01.deviantart.com/fs24/f/2008/007/1/e/TCF_Tees_by_alandarocks.jpg

Monday, December 17, 2007

Registrasi TCFT!

Hey,
Kalau kamu mau mendaftar The Cure For Tomorrow, silahkan download formulir pendaftaran. Setelah diisi, bisa kamu kirim ke thecurefortomorrow@yahoo.co.id. Terima kasih! :)

Download formulir pendaftaran di sini.

Alanda

Tuesday, December 11, 2007

RAPAT!

Teman-teman,
Rapat rutin The Cure For Tomorrow akan diselenggarakan pada hari Jumat, 14 Desember 2007 di Kafe Regal PIM 1 jam 4.00 WIB. Agendanya antara lain membahas charity gig dan merchandise berikutnya. Jangan lupa bawa uang kas ya... RSVP bisa contact Abazh di 08161636274. Terima kasih!

Monday, November 19, 2007

Non Plastic Bag Design Competition (HMTL ITB)

NON PLASTIC BAG DESIGN COMPETITION
Diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai 1 juta kantong plastik per menit!
Bantu kami mengurangi pemakaian kantong plastik dengan mendesain sebuah taspengganti kantong plastik dan dapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 dan trofi dari HMTL ITB.
Desain yang terpilih sebagai pemenang akan diproduksi untuk dijual pada rangkaian acara Anti Plastic Bag Campaign, yaitu:
1. ITB Campaign (5, 6, dan 7 Februari 2007)
2. Community Campaign Day (9 Februari 2007). Venue : Jl. Dago dan Jl. Ganesha
Kriteria Desain:
1. Desain harus asli, buatan sendiri, dan belum pernah dipublikasikandalam bentuk apapun.
2. Desain tas inovatif dan menarik.
3. Material tas mudah didapat, kuat, tahan lama dan bukan plastik.
4. Tas bersifat ekonomis dan mampu produksi.
5. Fungsi tas dapat disesuaikan dengan kebutuhan/kegiatan. Misal: dilipat, dikecilkan, dibesarkan, dll.
6. Target konsumen usia 15-25 tahun.
Persyaratan Lomba:
1. Terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya pendaftaran.
2. Desain dapat dikirim dalam amplop tertutup via pos atau diantarlangsung ke panitia lomba di: Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB - Gedung Lama Prodi Teknik Lingkungan, Jl. Ganesha 10, Bandung (Tulis di sudut kiri atas amplop: Lomba Desain Tas Anti Plastic Bag Campaign)
Ketentuan:
1. Desain dicetak pada kertas berukuran A3 (maksimal dua lembar). Termasuk keterangan material yang dipakai, warna, dimensi tas, gambaroperasional dan nama produk (bila ada).
2. Desain dapat pula dikirim melalui email (maksimal dua file) ke antiplasticbagcampaign@yahoo.co.id. Harap memakai file jenis .jpeg atau .gif (72 dpi), ukuran file maksimum 600 (tinggi) x 700 (lebar) pixel.
3. Cantumkan keterangan lengkap di lembar terpisah mengenai: nama, alamat, telepon, dan alamat email.
4. Desain sudah harus diterima panitia lomba paling lambat hari Minggu, 2 Desember 2007.
5. Hak cipta tetap dipegang oleh peserta.
6. Panitia hanya akan menentukan 1 (satu) desain sebagai pemenang dan panitia memiliki hak untuk memproduksi desain tersebut.
7. Pemenang akan dihubungi via telepon atau email.
8. Panitia penyelenggara dan dewan juri tidak melayani surat menyuratdalam kaitannya dengan hasil lomba ini.
Juri:
1. Dr. Dwinita Larasati, M.A. (Desain Produk, FSRD ITB)
2. Dr. Benno Rahardyan, ST., MT. (Teknik Lingkungan, FTSL ITB)
Contact Person:
Andin 022-91239841
Saras 085697957054
Ijul 081806392209

Saturday, November 10, 2007

Sign The Declaration!

Kalau kalian sudah berkomitmen untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, sign the declaration. Klik di sini, sekarang juga! *Tapi bentuknya petisi, karena gak ada situs yang menyediakan "declaration" macam ONE.org atau StopGlobalWarming.org secara gratis. Terima kasih!

Promote!

Promote The Cure For Tomorrow! Please add this banner to your website. Just copy-paste the code beneath the banner. Thanks!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Keranjang Takakura

Tempo hari, Fajar posted sesuatu mengenai tempat sampah ajaib bernama Takakura. Ini potongan artikelnya...

"Dewasa ini pengelolaan sampah mandiri di Surabaya banyak menggunakan keranjang “sakti” Takakura. Keranjang sakti Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga. Yang menarik dari keranjang Takakura adalah bentuknya yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Keranjang ini disebut masyarakat sebagai keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik.

Keranjang Takakura dirancang untuk mengolah sampah organik di rumah tangga. Sampah organik setelah dipisahkan dari sampah lainnya, diolah dengan memasukkan sampah organik tersebut ke dalam keranjang sakti Takakura. Bakteri yang terdapat dalam starter kit pada keranjang Takakura akan menguraikan sampah menjadi kompos, tanpa menimbulkan bau dan tidak mengeluarkan cairan. Inilah keunggulan pengomposan dengan keranjang Takakura. Karena itulah keranjang Takakura disukai oleh ibu-ibu rumah tangga.

Keranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistim pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun Mr. Takakura bekererja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang “memakan” sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri yang deikembang biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama keranjang sakti Takakura..."

Kalau mau membaca lebih lanjut, langsung saja buka Olah Sampah di Multiply ya. Bisa juga langsung klik blog Keranjang Takakura, klik di sini.
Foto diperoleh dari sini.

Tuesday, October 30, 2007

Ngabuburit!

Sorry we were gone, hahaha. But we're still active in our mailing-list (so join it, ASAP!).
On October 8th ago, we did sort of a ngabuburit event in Chandra's house. We recycled a larga amount of paper just as the same as how Bu Agustin taught us. Even though we didn't make it in the right way (well the result was different, greyer, and the texture was really bad), we were happy enough. There were Alanda, Adit, Chandra, Wichak, Bilal, Risyad, Disty (a new member), Abazh, Astro, Aisha (and her friend) and Kreshna.
Aisha did take some photos, but she hadn't printed them yet.

Thursday, May 24, 2007

TRAX FM Broadcasters Meeting

Saya dan Anggie diundang menghadiri broadcasters meeting di radio TRAX FM (Gedung Sarinah Thamrin Lt. 8). Sayangnya, Anggie tidak bisa hadir, begitu juga dengan Aisha, so I went all alone there by TransJakarta from school.
Yang mengundang namanya Rachel Panjaitan, salah seorang produser program siaran malam di sana. She's a friend of Anggie's. TCFT diundang dalam rangka menjelaskan atau mempresentasikan tentang TCFT di hadapan para penyiar. Penyiar yang ikut rapat antara lain adalah Cheryl (finalis MTV VJ Hunt 2007), Cisca Baker (presenter acara-acara off-air-nya MRA Media), Kemal (presenter "Jali-jali" di O Channel), Taufik, Ocha, Yudith, Sandra dan banyak penyiar lainnya yang antusias mendengarkan penjelasan saya mengenai TCFT. Tiko bahkan sangat semangat dan langsung berkomentar bahwa masyarakat Indonesia memang belum terbiasa dengan tempat sampah karena kurangnya recycle bin yang tersedia. Selesai menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para penyiar mengenai TCFT, saya 'ditodong' Cisca Baker untuk take VO. Ups, apa itu take VO? Ternyata saya disuruh berkampanye mengenai "buang sampah pada tempatnya", on behalf of The Cure For Tomorrow untuk program mereka di bulan berikutnya.
Stay tuned in TRAX FM next month. Kampanye mereka di Bulan Juni 2007 adalah "I Love You, Mother Nature!". Jadi, bulan depan kalian bisa mendengarkan fakta-fakta mengenai lingkungan, pembahasan lebih lanjut mengenai fenomena pemanasan global, daur ulang, dan masih banyak lagi, melalui program-program spesial mereka: Letter To Mother Nature, Voice of Mother Nature, Mother Nature Makes Me Wanna La La, dan lainnya.
Simak ya, and become one of youth's ambassadors, like us :D
-Alanda

Thursday, May 17, 2007

Pengelolaan Sampah di Banjarsari

Yes, this is it. Ada sampah? No?

Kertas daur ulang yang dibuat oleh Bu Agustin sendiri


Siang ini, TCFT (diwakili oleh Alanda, Netta, Adit, Anggie & Yura) mengunjungi Kampung Banjarsari, Cilandak Barat, yang beberapa bulan yang lalu mendapat predikat “Kampung Hijau” dari Gubernur DKI Jakarta. Turun dari Apotik Ratna, Cilandak, Anggie pun menjadi tour guide karena ia pernah tinggal di daerah tersebut.

Sightseeing… First impression? Satu kalimat: nggak kayak di Jakarta. Di setiap rumah yang kami lewati memiliki pot-pot besar berisi tumbuhan di depan rumah mereka masing-masing. Di depan rumah Ketua RW, kami bahkan menemukan tiga tabung horizontal dengan tiga warna yang berbeda, untuk membedakan di antara sampah basah, sampah organik dan anorganik. Suasananya berasa seperti di pedesaan, meskipun ada terik matahari, tetapi udaranya terasa sangat sejuk. Satu hal lagi yang membuat kami amazed adalah, tidak ada satupun sampah yang berada di jalanan.

Kami pun mampir ke “Warung Dua Satu”, sebuah rumah di hook, di seberang rumah Pak RW (yang pada saat itu sedang tidak ada di tempat). Kami berkenalan dengan Ibu Agustin Riyanto—sang pemilik rumah, yakni salah seorang warga yang aktif membenahi lingkungan di komplek tersebut. Beliau pun menceritakan asal muasal mengapa kompleks tersebut disebut “Kampung Hijau”.

Pada awalnya memang sudah ada kerjasama dengan Dinas Pertanian, dalam bentuk Kelompok Wanita Tani, di mana warganya diajarkan untuk menanam berbagai macam tumbuhan dan membasmi hama. Setelah itu, tepatnya pada tahun 1998, UNESCO menawarkan kerjasama dan memberikan penyuluhan mengenai penghijauan, pemilahan sampah, dan melatih masyarakat setempat untuk mendaur ulang kertas dan membuat pupuk kompos. Selain itu, Ibu Agustin juga dikursuskan oleh kelurahan tentang jenis-jenis tanaman obat dan cara pengolahannya di Bogor. Alhasil, beliau pun membuka toko tanaman obat di rumahnya. Selain menjual bibit tanaman obat dan pupuk kompos, beliau juga memberi pelatihan daur ulang bagi anak-anak maupun remaja yang berminat mempelajarinya. Seperti mendaur ulang kertas, membuat pupuk cair, dan lain-lain. Kami juga melihat kertas yang dihasilkan oleh beliau, benar-benar mirip seperti kertas HVS, hanya sedikit lebih tebal dan permukaannya agak kasar.

Banjarsari bisa menjadi “Kampung Hijau” karena kesadaran masyarakatnya yang tinggi. 60% penduduk setempat memilah sampah di rumah masing-masing, minimal menjadi dua kategori, yakni organik dan anorganik. Sebisa mungkin, sampah organik mereka jadikan pupuk kompos dengan cara menimbunnya di tanah yang diurug (teknik landfill) dan menyiramkan bahan kimia EM4 untuk menghilangkan baunya. Dalam tiga hari, sampah tersebut sudah bisa digunakan menjadi pupuk kompos. Ibu Agustin bahkan menggunakannya sebagai media tanam untuk menggantikan tanah.

Selain itu, Ibu Agustin juga memberi informasi bahwa di Bekasi ada seorang bapak yang berwirausaha di bidang pengolahan sampah, segala macam jenis sampah bisa ia olah menjadi suatu hal yang berguna untuk dijual, menggunakan alat-alat pencacah yang harganya memang relatif mahal. Ia memulai usahanya dari bawah, sampai sekarang sudah bisa membeli mobil hanya karena menjual hasil daur ulang. Anak-anak Universitas Indonesia (UI) saja membuat dekomposer dengan modal kurang dari Rp50.000,- untuk tugas OSPEK! Jadi sepertinya, penyediaan alat tidak menjadi kendala. Tinggal meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hal ini.

Insya Allah di Bulan Juni mendatang, TCFT akan mengunjungi “Warung Dua Satu” untuk mempelajari teknik daur ulang kepada Ibu Agustin supaya bisa berbagi ilmu kepada sesama remaja dan bahkan menerapkannya di lingkungan sekitar. Supaya tidak hanya Banjarsari yang menjadi “Kampung Hijau”, jadikan Jakarta “Kota Hijau”!

Monday, April 16, 2007

TCFT di Majalah Hai

Take a loooooook :)

Beli Majalah Hai edisi “S.O.S LINGKUNGAN!” ya. Terbit hari ini (Senin, 16 April 2007). Ada profil TCFT (sejarah, tepatnya), dan ‘wawancara’ sama Aishanatasha dan Chandra.

Friday, April 13, 2007

Links about The Cure For Tomorrow

Ini dia yg nulis tentang The Cure For Tomorrow di internet, makasih banyak yaaaaah :)
http://www.sittakarina.com/coolscoop/tcft.htm
http://kutukutubuku.blogsome.com/2006/10/09/cerita-baksos-bintaro-bareng-tcft/
http://www.tabulas.com/~eelproject/2006/10/
http://www.tabulas.com/~salsabeela/1301798.html

The Cure For Tomorrow & Jalur Bebas zine

Ada yang tau Jalur Bebas zine buatannya Ringo ga?

Gue tau zine ini dari Bilal, setelah sedikit berbincang sama Ringo (editor & kreator zine ini) secara maya, dia cukup interested.

Terus, gue menerima Jalur Bebas edisi Maret. Di dalemnya ada profil TCFT (dia jg menyebut TCFT adalah salah satu kontributor krn profil tersebut), dan seluruh income yang dia terima dari pemasangan flyer bakal disumbangin lewat The Cure For Tomorrow.

Hooray! :) Thanks a loaaaadddd, Ringo!

Next meeting?

Folks,
Rapat selanjutnya di Perpustakaan Pendidikan Naisonal (PPN) - as usual. Buat yg belum tau, letaknya ada di sebelah kanan Ratu Plaza, kan ada Departemen Pendidikan Nasional. Masuk aja ke Gedung A (gedung yang paling depan) dan perpustakaannya ada di mezanin dengan 'judul' library@senayan.
Jam 1 ya, di Ruang Komunitas.
Thank you.

Wednesday, January 03, 2007

Partisipasi/Participation

Ada beberapa pilihan partisipasi, antara lain:
Pioneer: aktif semaksimal mungkin dalam kegiatan-kegiatan TCFT (terutama bantuan dalam bentuk tenaga), aktif berpendapat/brainstorming di dalam rapat bulanan TCFT, membayar donasi rutin perbulan.
Member: membayar donasi rutin perbulan (member juga boleh mengikuti kegiatan TCFT dan memberi bantuan dalam bentuk apapun, tetapi lebih fleksibel).
Cyber Volunteers: bergabung di dalam mailing-list TCFT.
Donator: memberi donasi untuk TCFT (tidak rutin), sponsor yang berpartisipasi di dalam acara-acara TCFT akan dikategorikan ke Donator.

Untuk berpartisipasi, calon anggota (Pioneer dan Member) mendaftarkan diri kepada Membership Manager TCFT dengan mengisi formulir atau memberikan data-data yang diperlukan, setelah membaca dan menyetujui Membership Terms & Agreement. Sementara untuk Cyber Volunteers, hanya perlu bergabung dengan mailing list TCFT (sebaiknya memperkenalkan diri kepada seluruh komunitas terlebih dahulu supaya terdata).

Cara yang lebih mudah…
Kirim data Anda (nama lengkap dan panggilan, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, agama, alamat rumah, sekolah/kuliah, nomor telepon rumah dan ponsel, alamat e-mail, jenis keanggotaan, dari mana Anda mengetahui tentang The Cure For Tomorrow? dan alasan mengapa Anda ingin bergabung dengan The Cure For Tomorrow) ke alamat e-mail kami:
thecurefortomorrow@yahoo.co.id dengan subyek “Registrasi Anggota”.

Untuk keterangan lebih lanjut, bisa contact Abazh (08161636274). Terima kasih :-)

* * *
There are a few options to participate, which are:
Pioneer: Being active as maximal as you can in TCFT events, being persuasive to share your thoughts in TCFT meetings, paying routine donation monthly.
Member: Paying routine donations only (a member could also join TCFT events and give any kind of help, but with more flexibility)
Cyber-volunteers: Joining TCFT’s mailing-list and contributing to us via the net.
Donator: Giving donations for TCFT (occasionally), any kind of sponsorship will be categorized as Donator.

To participate, you have to register your data to TCFT’s Membership Manager by filling the registration form or sending your personal data, after reading and agreeing to Membership Terms and Agreement. For Cyber Volunteers, you only need to join the mailing-list.

An easier way…
Send your data (full and nick name, birthplace and date, sex, religion, home address, school/college, phone (residence and mobile), e-mail address, participation options, where did you know about TCFT and why did you want to join us?) to our e-mail address: thecurefortomorrow@yahoo.co.id with “Member Registration” as the subject.

Minimize The Waste

Minimize The Waste! (MTW) adalah tema kampanye The Cure For Tomorrow (TCFT) untuk menekan/mengurangi populasi sampah di lingkungan sekitar kita. Selain membuang sampah pada tempatnya (yang tercantum di poin 1 Membership Terms and Agreements), alangkah baiknya apabila kita menekan populasi sampah, mengingat pengolahan sampah di Indonesia pada saat ini belum semaju di Jepang maupun Amerika Serikat.

Kampanye ini juga disertai pembuatan substitute bag, yaitu tas pengganti tas plastik untuk berbelanja (dalam tahap proses pembuatan ketika situs ini terakhir kali di-update), penulisan artikel di beberapa majalah oleh Alanda Kariza sendiri (yang akan dimuat adalah di Majalah BukunĂ© bulan Juni 2007), ajakan verbal dan tulisan lewat blog, multiply, dan situs. MTW adalah sebuah bentuk ajakan “reduce-reuse-recycle”, tetapi TCFT bermaksud mengajak masyarakat dengan cara yang lebih spesifik, bukan hanya dengan 3 kata tersebut. Apalagi dengan mendukung kampanye MTW (ikut serta dalam menekan populasi sampah), Anda turut membantu DKI Jakarta ‘membersihkan diri’ (populasi sampah di DKI Jakarta saja pada tahun 2000 sama dengan 170 kali volume Candi Borobudur!), memberantas berbagai macam penyakit, dan menunda berlanjutnya pemanasan global.

Hal-hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk mendukung TCFT!:
1. Bawa tas sendiri ketika berbelanja untuk mengurangi jumlah sampah plastik.
2. Biasakan membawa bekal minum dalam botol reusable supaya kamu tidak usah membeli minuman kotak/plastik di sekolah dan menambah sampah.
3. Mintalah kepada pedagang makanan di kantin untuk menyajikan makananmu di mangkuk/piring, bukan di sterofoam/plastik (anyway, kamu tahu kan kalau sterofoam mengandung zat lilin yang berbahaya bagi kesehatan?)
4. Jika membeli 1-2 novel/komik di toko buku, gak usah minta diplastikin. Tenteng aja, oke kan?
Hemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya (bolak-balik). Tahun 2008 Indonesia masuk Guinness’ World Book of Record sebagai penghancur hutan tercepat di dunia! L
5. Jangan print hal-hal yang nggak perlu kamu print!
6. Tertarik untuk membeli tinta printer refill sekali-sekali?
7. Bikin pesta? Sediakan gelas beling sebanyak-banyaknya, bukan gelas plastik yang disposable. 8. Ajak para tamu untuk cuci-piring bareng-bareng after party…
9. Semaksimal mungkin beli produk dalam kemasan refill!
10. Bawa kemasan The Body Shop yang sudah kosong kembali ke outlet-nya, mereka menerima kemasan tersebut untuk didaur ulang!
11. Setiap beli makanan take away di McDonald’s, kan udah pakai kantong kertas warna cokelat, kayaknya gak perlu diplastikin lagi deh?
12. Retailers, stop penggunaan tas dan kemasan plastik maupun sterofoam!
13. Sebelum ngiloin majalah/koran, cek dulu, ada artikel/gambar yang bermanfaat dan masih mau dipakai untuk prakarya?
14. Hindari membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis. Setiap kali kamu mengurangi 10% sampah saja, kamu sudah mengurangi 600 kg karbon dioksida!
15. Ketika kamu menerima flyers TCFT/The Body Shop® dan gak berminat menyimpannya, pass it to the others. Berikan informasi ini kepada orang lain!
16. Bilang kepada orangtuamu untuk seminimal mungkin menggunakan diapers dalam mengurus adik kalian, karena diapers tidak bisa didaur ulang!
17. Ayo daur ulang! Daftar ke thecurefortomorrow@yahoo.co.id dengan subjek “Daur Ulang” kalau mau ikutan TCFT belajar mendaur ulang di “Warung Dua Satu”!
18. Pilah sampah di rumah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan sampah kompos dengan menimbunnya di rumah (urug sebagian kecil halaman rumah) selama 3 hari dicampur dengan zat kimia EM4 dan menjadikannya pupuk kompos.

(itu baru 18, kalau ada saran lainnya, kirim e-mail ke
thecurefortomorrow@yahoo.co.id dengan subject “MTW List”. Thank you!)