Showing posts with label Program. Show all posts
Showing posts with label Program. Show all posts

Wednesday, January 03, 2007

Minimize The Waste

Minimize The Waste! (MTW) adalah tema kampanye The Cure For Tomorrow (TCFT) untuk menekan/mengurangi populasi sampah di lingkungan sekitar kita. Selain membuang sampah pada tempatnya (yang tercantum di poin 1 Membership Terms and Agreements), alangkah baiknya apabila kita menekan populasi sampah, mengingat pengolahan sampah di Indonesia pada saat ini belum semaju di Jepang maupun Amerika Serikat.

Kampanye ini juga disertai pembuatan substitute bag, yaitu tas pengganti tas plastik untuk berbelanja (dalam tahap proses pembuatan ketika situs ini terakhir kali di-update), penulisan artikel di beberapa majalah oleh Alanda Kariza sendiri (yang akan dimuat adalah di Majalah BukunĂ© bulan Juni 2007), ajakan verbal dan tulisan lewat blog, multiply, dan situs. MTW adalah sebuah bentuk ajakan “reduce-reuse-recycle”, tetapi TCFT bermaksud mengajak masyarakat dengan cara yang lebih spesifik, bukan hanya dengan 3 kata tersebut. Apalagi dengan mendukung kampanye MTW (ikut serta dalam menekan populasi sampah), Anda turut membantu DKI Jakarta ‘membersihkan diri’ (populasi sampah di DKI Jakarta saja pada tahun 2000 sama dengan 170 kali volume Candi Borobudur!), memberantas berbagai macam penyakit, dan menunda berlanjutnya pemanasan global.

Hal-hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk mendukung TCFT!:
1. Bawa tas sendiri ketika berbelanja untuk mengurangi jumlah sampah plastik.
2. Biasakan membawa bekal minum dalam botol reusable supaya kamu tidak usah membeli minuman kotak/plastik di sekolah dan menambah sampah.
3. Mintalah kepada pedagang makanan di kantin untuk menyajikan makananmu di mangkuk/piring, bukan di sterofoam/plastik (anyway, kamu tahu kan kalau sterofoam mengandung zat lilin yang berbahaya bagi kesehatan?)
4. Jika membeli 1-2 novel/komik di toko buku, gak usah minta diplastikin. Tenteng aja, oke kan?
Hemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya (bolak-balik). Tahun 2008 Indonesia masuk Guinness’ World Book of Record sebagai penghancur hutan tercepat di dunia! L
5. Jangan print hal-hal yang nggak perlu kamu print!
6. Tertarik untuk membeli tinta printer refill sekali-sekali?
7. Bikin pesta? Sediakan gelas beling sebanyak-banyaknya, bukan gelas plastik yang disposable. 8. Ajak para tamu untuk cuci-piring bareng-bareng after party…
9. Semaksimal mungkin beli produk dalam kemasan refill!
10. Bawa kemasan The Body Shop yang sudah kosong kembali ke outlet-nya, mereka menerima kemasan tersebut untuk didaur ulang!
11. Setiap beli makanan take away di McDonald’s, kan udah pakai kantong kertas warna cokelat, kayaknya gak perlu diplastikin lagi deh?
12. Retailers, stop penggunaan tas dan kemasan plastik maupun sterofoam!
13. Sebelum ngiloin majalah/koran, cek dulu, ada artikel/gambar yang bermanfaat dan masih mau dipakai untuk prakarya?
14. Hindari membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis. Setiap kali kamu mengurangi 10% sampah saja, kamu sudah mengurangi 600 kg karbon dioksida!
15. Ketika kamu menerima flyers TCFT/The Body Shop® dan gak berminat menyimpannya, pass it to the others. Berikan informasi ini kepada orang lain!
16. Bilang kepada orangtuamu untuk seminimal mungkin menggunakan diapers dalam mengurus adik kalian, karena diapers tidak bisa didaur ulang!
17. Ayo daur ulang! Daftar ke thecurefortomorrow@yahoo.co.id dengan subjek “Daur Ulang” kalau mau ikutan TCFT belajar mendaur ulang di “Warung Dua Satu”!
18. Pilah sampah di rumah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan sampah kompos dengan menimbunnya di rumah (urug sebagian kecil halaman rumah) selama 3 hari dicampur dengan zat kimia EM4 dan menjadikannya pupuk kompos.

(itu baru 18, kalau ada saran lainnya, kirim e-mail ke
thecurefortomorrow@yahoo.co.id dengan subject “MTW List”. Thank you!)

Global Warming Campaign!

The Body Shop® mengajak The Cure For Tomorrow berafiliasi, terutama di dalam menyampaikan kampanye-kampanyenya, antara lain: Stop Global Warming, Expect Respect, dan Stop Violence In The Home. First, I’ll write about global warming (data provided by The Body Shop®)

Apakah sebenarnya global warming?
Pemanasan bumi adalah hal yang biasa karena planet ini memang terus menghangat dan mendingin berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya. Bumi memiliki lapisan atmosfer yang melindunginya dari dampak radiasi sinar matahari. Setiap hari, panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan atmosfir berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap bumi, sisanya dipantulkan lagi ke angkasa. Pada lapisan atmosfer Bumi tersebut, terdapat selimut gas yang biasa disebut Gas Rumah Kaca. Gas ini berfungsi menahan panas Matahari agar tidak dilepas kembali seluruhnya ke angkasa, sehingga matahari tetap hangat.
Selama bumi masih dalam temperatur 16 C, pemanasan bumi adalah hal yang baik. Tetapi ketika terjadi peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca yang melebihi batas normal, panas bumi akan terperangkap dan tidak bisa dipantulkan lagi ke angkasa. Bumi akan semakin panas.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya global warming?
Peningkatan jumlah Gas Rumah Kaca yang banyak jenisnya: karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N20), hidrufluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC) dan sulfurheksafluorida (SF6). Ini diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi/batu bara), penggundulan & kebakaran hutan, pertanian (penggunaan pupuk kimia).

Apa bahaya global warming?
Air bersih semakin sulit didapat (hanya 20% penduduk dunia yang dapat memperolehnya).
Badai semakin sering terjadi, penyakit baru bermunculan, kita telah kehilangan lebih dari 1000 spesies dalam waktu singkat, es di kutub mencair dan permukaan air laut meningkat, dan masih banyak lagi.

Apa ancaman bagi Indonesia?
1. Tahun 2022 kemungkinan air laut akan naik sekitar 1 meter dan menenggelamkan 2000 pulau.
2. Terumbu karang mengalami pemutihan yang mengakibatkan berkurangnya jumlah ikan secara besar-besaran.
3. Pergeseran iklim.
4. Kenaikan suhu ekstrim di beberapa daerah belakangan ini.

‘Peranan’ Indonesia dalam global warming…
Kebakaran hutan menghilangkan fungsi “paru-paru” dunia, lebih dari itu, melepaskan CO2 ke atmosfir dalam jumlah yang membahayakan dan penebangan hutan (Indonesia adalah negara dengan laju deforestation tercepat di dunia).

Apa yang dapat kita lakukan?
Reduce Energy!
1. Pilih lampu dan alat elektronik hemat energi.
2. Buat jadwal/batas waktu penggunaan listrik.
3. Gunakan tangga ketimbang lift.
4. Gunakan sepeda untuk perjalanan jarak dekat.

Reduce Water!1. Tutup keran air dengan rapat. Saat cuci piring, buka tutup keran hanya saat membilas cucian (begitu juga saat sikat gigi)
.2. Hemat air untuk mandi (pilih shower daripada bathtub!)
3. Pilih satu gelas untuk tempat minum Anda setiap hari.
4. Cucilah barang di bak cuci piring/ember yang sudah terisi air daripada di keran yang mengalir.
5. Gunakan air hujan untuk menyirami kebun/taman.

Reduce Waste! (nah, ini dia nih, bagian TCFT! :])
1. Hemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya.
2. Daur ulang sampah rumah tangga menjadi kompos.
3. Buatlah komunitas hijau untuk menciptakan karya dari produk daur ulang.
4. Setiap mengadakan sebuah kegiatan, selalu bentuk pasukan kebersihan untuk menjaga lingkungan.
5. Saat berbelanja, pilih produk dengan kemasan minimal untuk mengurangi sampah.
6. Bawalah tas belanja sendiri agar meminimalkan penggunaan kantong plastik.


Menurut data yang diberikan oleh Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia:
1. Memilih teknologi terbaru yang membutuhkan energi sedikit namun tetap nyaman. Atau, ganti lampu hemat listrik. Menggunakan energi dengan bijaksana akan mengurangi kebocoran energi yang tidak perlu.
2. Lebih sedikit gunakan kendaraan dalam perjalanan singkat atau dekat. Jalan kaki, kayuh sepeda, naik mobil beramai-ramai, dan kendaraan umum, selain akan menghemat pengeluaran transport kamu, tentu saja mengurangi karbon dioksida.
3. Periksa kesehatan ban mobilmu. Menjaga “kesehatan” ban mobilmu secara teratur mengurangi 10 kg karbon dioksida di atmosfer.
4. Daur ulang seirng-sering. Anda bisa menghemat 1200 kg karbon dioksida per tahun HANYA dengan mendaur ulang setengah sampah kertas Anda sehari.
5. Butuh air hangat untuk mandi, air panas untuk minum kopi dan teh, atau mencuci pakaian? Gunakan secukupnya dan kamu mengurangi 420 kg karbon dioksida pertahun.
6. Hindari membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis. Setiap kamu mengurangi 10% sampah saja, kamu sudah mengurangi 600 kg karbon dioksida.
7. Tanam pohon. Satu pohon bisa menghisap 1 ton karbon dioksida sepanjang hidupnya.
8. Matikan alat elektronik! TV, DVD, VCD, MP3, stereo, komputer, games, ketika kamu tidak sedang menggunakannya. Kamu menghemat ribuan kg karbon dioksida per tahun. Tidak perlu dipindah ke posisi stand-by atau memasang timer karena listrik tetap mengalir. Padamkan sama sekali.

General Events

Clean Up The Hood, Yayasan BSC - Cipete

Buka puasa bersama dan mengajar melukis, Masjid Ibnu Ali - Bintaro

Yang telah kami lakukan:

  1. Menyumbangkan pakaian, buku, alat shalat dan alas tidur kepada korban bencana alam gempa bumi di DI Yogyakarta.
  2. Peletakkan kotak amal (donation box) di distro Hey Folks! (Mayestik).
  3. Kerja bakti, pertukaran keterampilan (mendaur-ulang sampah dan mengamen) dan buka puasa bersama bersama anak-anak yatim-piatu dan anak-anak jalanan asal Tanjung Priok; penyuluhan tentang kesehatan wanita dan ladies sharing di Yayasan BSC (Cipete).
  4. Mengajarkan lukis kepada anak-anak yang kurang mampu dan buka puasa bersama di Masjid Ibnu Ali (Bintaro).
  5. Studi banding ke Kampung Banjarsari (yang mendapat predikat “Kampung Hijau” dari pemerintah DKI Jakarta) untuk menerapkan teknik pemilahan dan pemanfaatan sampah ke lingkungan masing-masing anggota.
  6. Pelatihan/Workshop mendaur-ulang kertas, membuat kompos dan teknik pemilahan sampah di Warung 21, Kampung Banjarsari pada tanggal 30 Juni 2007 yang lalu.

Yang akan/sedang kami lakukan:

  1. Donasi rutin, yakni mendedikasikan 50% dari iuran bulanan TCFT untuk amal.
  2. Peletakkan kotak amal (donation box) di beberapa tempat seperti sekolah, perpustakaan umum dan distro sebagai media fundraising untuk melaksanakan program lainnya (60% langsung disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, sisanya untuk mendanai kegiatan sosial TCFT).
  3. Mengedukasi anak-anak dengan range usia sekitar 4 – 12 tahun untuk membuang sampah pada tempatnya, termasuk menjelaskan populasi sampah di Indonesia dan apa yang akan terjadi apabila sampah menumpuk, dsb., dengan cara mengunjungi TK dan SD di Jakarta.
  4. Mengkampanyekan gerakan membuang sampah pada tempatnya di SMP dan SMA yang ada di Jakarta.
  5. Mengajak masyarakat untuk meminimalisir/menekan populasi sampah (“Minimize The Waste!”).
  6. Mendaur-ulang kertas secara rutin dan internal.
  7. Melakukan kerja bakti di lingkungan pemukiman serta pemungutan sampah yang bertebar di jalanan (“Clean Up The Hood”).
  8. Mengajarkan teknik pemanfaatan dan daur ulang sampah di rumah singgah, yayasan yatim piatu, pesantren dan sekolah-sekolah.
  9. Makan malam atau buka puasa bersama anak-anak yatim piatu guna mempersempit kesenjangan sosial, disisipkan pula konsep edukasi mengenai lingkungan di sela-sela acara tersebut.

* * *

What we have done:

  1. Collected clothes, books, praying veil & sarong, and mattress for earthquake victims in DI Yogyakarta.
  2. Donation box placement in Hey Folks! (Mayestik).
  3. Cleaned up the environment, creativity exchange and dinner with orphans and street children from Tanjung Priok; educated about women’s health and ladies sharing in Yayasan BSC (Cipete).
  4. Taught how to paint to and had dinner with less-fortunate children in Ibnu Ali Mosque (Bintaro).
  5. Paid a visit to Kampung Banjarsari, which got the predicate "Jakarta's Green Village" from the city government.
  6. Held a workshop about paper recycling and how to maintain our daily waste in Warung 21, Kampung Banjarsari, on June 30th, 2007.

What we are doing (present & future):

  1. Routine donation (to dedicate 50% from TCFT’s monthly collection for charity).
  2. Donation box placement in some places, such as schools, public libraries, and distros as fundraising media, which 60% of its income is going to be distributed directly to less-fortunate people and the rest is going to be used to hold other social activities.
  3. To educate children between 4 and 12 years old to throw garbage/waste properly and to explain about waste population in Indonesia along with what is going to happen if people litter, by visiting kindergarten and elementary schools.
  4. To campaign “Do Not Litter” action by visiting high schools in Jakarta.
  5. To persuade the society to minimize/reduce waste population (“Minimize The Waste!”)
  6. To conduct “Clean Up The Hood” movement, so our residential area will be cleaner and free from garbage or waste.
  7. To educate waste management and recycling in orphan homes, pesantrens and schools.
  8. Dinner with orphans to narrow social gap, along with educational concept about environment in-between.